resesi

Cara hadapi Resesi

Kehidupan ini selalu berputar. Kadang dibawah dan kadang diatas. Manusia harus bisa kuat dalam menjalaninya. Harus dengan semangat untuk mengatasi segalanya. Apalagi di zaman sekarang, manusia siapapun itu harus bisa melewatinya dengan penuh perjuangan dan penuh pengorbanan.

Untuk menghadapi perjuangan dalam hidup ini, justru sebagai manusia yang tercipta sempurna, kita semua harus mempunya tips dan trik yang harus kita jalani dengan cerdas. Terutama dalam menghadapi resesi. Resesi inilah yang membuat kita semua harus berfikir panjang.

Resesi itu sendiri adalah mempersiapkan diri untuk hidup sesuai kemampuan yang ada dengan tidak merubah keadaan apapun. Adapaun cara hadapi resesi diantaranya adalah : bertahan dalam waktu yang lama bagaimana bisa bertahan dari segi ekononmi dan berinvestasi, menyiapkan dana / tabungan darurat untuk meningkatkan hidup sesuai dengan kemampuan, membangun keterampilan, diversifikasi income dan diversifikasi investasi.

Itulah resesi menurut versi kami, dan juga cara hadapi resesi  nya, semoga pembaca tertarik untuk membaca ini dengan baik dan siap dalam menghadapi resesi dengan bijak sesuai mata, hati dan fikiran yang  cerdas.

Tidak ada seorangpun yang mengharapkan terjadinya resesi ekonomi. Namun kita tetap harus mempersiapkan segala kemungkinan terburuk. Meski keuangan terus tumbuh dan menunjukkan progres yang menjanjikan, bukan berarti dunia aman dari resesi keuangan. Untuk itulah Anda harus mempersiapkan keuangan Anda agar bisa terhindar dari dampak resesi seminimal mungkin.

Katakanlah Anda memiliki anggaran untuk berbagai kebutuhan yang sifatnya jangka pendek, seperti mengganti mobil dengan yang baru atau membeli rumah baru (yang sebenarnya tidak perlu). Sebaiknya, kesampingkan dulu semua kebutuhan yang sifatnya tidak mendesak, lalu pindahkan dana yang sudah disiapkan ke dalam rekening  Buang anggapan bahwa Anda sedang melakukan investasi dengan membeli properti – semua bisa terjadi di masa resesi

Bagi Anda para pekerja, manfaatkan semua peluang. jangan merasa terlalu nyaman dengan jabatan yang sekarang hanya karena kondisi perusahaan relatif stabil dan jumlah gaji yang fantastis. Persiapkan kemungkinan jika Anda dipecat suatu hari nanti.

Selalu update resume Anda di lama LinkedIn atau situs pencari kerja lainnya. Jangan sungkan untuk meminta rekomendasi dari rekan kerja dan supervisor untuk semakin menguatkan profil Anda. Selain itu, bergabunglah di berbagai macam pelatihan dan sertifikasi yang berkaitan dengan bidang Anda atau hal lain yang menarik minat. Dengan segudang ketrampilan yang dimiliki, Anda akn terbantu menemukan pekerjaan baru.

Demikian pula jika Anda adalah pelaku usaha. Untuk mengatisipasi kebangkrutan, ada baiknya Anda mulai melakukan diversifikasi. Dengan demikian, jika satu jenis usaha gagal menghadapi resesi, maka Anda masih punya harapan di usaha Anda yang lainnya.

Sama seperti musim, perekonomian juga memiliki siklusnya sendiri. Meski perekonomian dunia telah mengalami pertumbuhan sejak resesi tahun 2009 lalu, bukan berarti resesi tidak akan datang lagi. Selamatkan keuangan Anda agar siap menghadapi krisis apapun yang akan terjadi di kemudian hari.

Salah satu tanda resesi keuangan adalah kurva imbal hasil terbalik (inverted yield curve). Penjelasan singkatnya, suku bunga normalnya lebih tinggi jika jangka hutang semakin panjang. Namun menjelang resesi, kedua hal ini bisa berbalik. Jika Anda memahami konsep kurva imbal balik terbalik ini, maka Anda akan memiliki seetidaknya 1 tahun untuk mempersiapkan diri sebelum resesi datang.

Namun Anda juga harus tahu bahwa tidak ada prediksi tepat yang benar-benar bisa meramalkan kapan resesi terjadi.

Semoga artikel ini membantu para pembaca, dan termotivasi dalam mengatasi masalah hidup lainnya. Percayalah, hidup itu tidak begini begini saja. Allah sang Maha Pengatur segalanya. Yang penting kuncinya YAKIN. OK!!!!

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *