Jadilah Wanita yang kuat

Pada awal peradaban manusia, laki-laki sengaja memarjinalkan (meminggirkan) posisi wanita. Dan hal ini menjadi sesuatu yang buruk yang sampai sekarang masih kita rasakan.

Tidak hanya laki-laki saja yang menganggap demikian, celakanya wanita pun termakan oleh budaya itu, sebagai sebuah dogma yang turun temurun yang terlanjur tertanam dialam bawah sadar. Lihatlah wanita-wanita dikampung, mereka tidak berani menginterupsi saat suaminya memberikan perintah. Orangtua mengajarkan sikap nerimo atas perlakuan suami.

Orang jawa bilang :”suwarga nunut neraka katut” (ikut saja maunya suami, ke surga ikut, ke neraka terbawa juga).

Wanita dapat membebaskan diri dari belenggu ini. Kenapa tidak….? Asal wanita bisa memberdayakan dirinya sendiri, membentengi dirinya sendiri dan menghormati dirinya sendiri. Dengan ketiga hal tersebut, insyaa Allah wanita menjadi kuat, dan tidak akan dilecehkan kaum lelaki.

Tags

7 Komentar

  1. Yes, menjadi perempuan kuat dan tangguh itu harus. Suami adalah imam dalam keluarga. Tetapi, istri juga berperan sebagai perempuan yang harus memenuhi kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri. Saat ini terpenuhi, dia akan bahagia dan siap menyebarkan kebahagiaan juga untuk suami dan anak-anaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *