Pisahkan tempat tidur Anak

Suruhlah anak-anak kalian untuk sholat jika sampai umur mereka 7tahun dan pukullah mereka (jika tidak sholat) sedang umurnya sudah saya 10tahun dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur kalian. “(HR. Abu Daud; At-Tirmidzi)

Islam menganjurkan umatnya untuk memisahkan tempat tidur anak. Pemisahan tempat tidur ini dilakukan antara anak dengan kedua orangtuanya; dan anatar anak dengan jenis kelamin yang berbeda. Pemisahan tempat tidur anak dengan orang tuanya dilakukan agar aktivitas orangtua yang bersifat pribadi tidak diketahui oleh anaknya. Sehingga anak tidak terbiasa melihat hal-hal yang belum pantas mereka saksikan.

Demikian pula pemisahan tempat tidur antara anak laki-laki dan anak perempuan, dilakukan agar mereka terhindar dari terbiasanya kontak fisik atau menerima sentuhan dari lain jenis. Selain itu, dalam keadaan tidur, biasanya aurat sangat mudah terbuka sehingga menimbulkan gairah bagi yang menyaksikan, walaupun mereka saudara sekandung. Pemisahan baik dilakukan ketika anak sudah tidak membutuhkan penjagaan malam dari orangtua dan anak telah mandiri.

5 Komentar

    • Kalau bisa diupayakan supaya ruangan yang mini tersebut bisa difungsikan untuk tempat tidur anak anak yang jelas gendernya berbeda.

      Apapun dan bagaimanapun caranya sebagai orang tua harus memperhatikan kondisi anak anak.

      Karena anak anak kita adalah kado terindah tuhan yang harus kita jaga, dan rawat.

      Gerak gerak anak harus di pantau dengan baik. Supaya menghasilkan generasi emas dan berakhlakul karimah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *