Saya ingin menikah (part-2)

MASKAWIN YANG MAHAL

Banyak ayah yang menjadikan anak gadisnya sebagai barang dagangan agar dari balik upayanya itu ia dapat meraup keuntungan yang besar. Ia menjadikan pernikahan putrinya itu sebagai sumber pendapatan untuk mengetahui siapa yang berani memberikan kepadanya harga yang paling tinggi. Oleh sebab itu, kini penulis hendak membisikkan ditelinga orang tua gadis itu dengan berkata, “Bukankah gadis yang menyedihkan itu belahan hatimu ? Bukankah engkau bertanggung jawab ats dirinya dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala ? Kenapa engkau tidak memperhatikn pengawasan Allah terhadap dirimu berkenan dengannya ? apakah engkau belum mengetahui bahwa tindakanmu menaikkan maskawinnya akan bias menjadikannya tertinggal dari kereta pengangkut umur, appalagi pemaksaaan penundaan pernikahan bias menimbulkan penyakit mental yang bias menimpa gadis tua.

Sesungguhnya kesusksesan putrimu terletak pada pernikahannya, bukan pada tercapainya penghasilan yang sangat besar. Akan tetapi, tergantung pada pemilihan seorang calon suami yang shalih dan memiliki agama serta akhlak. Janganlah engkau menjadikan anak gadismu sebagai barang dagangan dengan harapan dari belakangnya engkau meraup untung yang sangat besar sesuai dengan kemaslahatannya. Jangan pula engkau jadikan dirinya sebagai penyebab masuk neraka. Ketahuilah bahwa engkau bersamanya akan berdiri dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dihari ketika harta dan anak-anak tidak akan memberikan manfaat, kecuali yang dating menghadap Allah dengan hati yang bersih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *