Saya ingin menikah (part-4)

Bepergian ke Luar Negeri

Ketika seorang pemuda pergi keluar negeri, ia akan menemukan apa yang tidak pernah ditemukan di  negerinya berupa kemudahan dalam hal yang berkaitan dengan seks dan berbagai kepuasan menyimpang yang mampu membuat kebanyakan putra-putra kita melepaskan selendang keimanannya, selanjutnya mengenakan pakaian kehinaan dan kefasikan yang menjadikan mereka condong kepada berbagai hal haram dan syahwat yang disajikan kepada kepada mereka oleh Negara-negara tersebut.

Bahkan, mereka menyeru para pemuda itu untuk sama-sama masuk ke dalam kesyirikan dan kehinaan itu. Tiada mungkin para pemuda itu akan mendapatkan kesegaran di Negara-negara tersebut sehingga menjadikan semua itu sebagai sesuatu yang paling menyibukannya dan menjadi pemikirannya yang abadi. Oleh sebab itu, mereka akan berpaling dari pernikahan karena adanya berbagai alternatif pengganti pernikahan.

Betapa jauh berbeda antara dua perkara; apakah pemuda itu mengetahui perbedaan yang sangat jauh antara pernikahan yang halal dan apa yang mereka perbuat berupa berbagai hal haram di Negara-negara tersebut.  Sungguh, bepergian ke luar negeri tidaklah sedikit bahayanya. Terutama kekuatan pengaruh yang membuat para pemuda terlalu sibuk sehingga tiada waktu untuk memikirkan pernikahan.

Akan tetapi, masih sangat banyak bahaya yang tidak samar-samar dari penglihatan kita berupa perubahan aqidah seseorang. Juga keterjerumusan mereka ke dalam Narkoba sehingga tidaklah mereka itu akan lolos dari ujian dengan berbagai penyakit akibat tindakannya melakukan berbagai perbuatan haram; yang paling jelas adalah AIDS yang telah menjadikan seluruh dunia bersedih. Apakah para pemuda tidak bias mencermati itu ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *